Biografi Abdullah bin Umar

 
Biografi Abdullah bin Umar

Contents

Riwayat Hidup

Lahir

Abdullah bin Umar lahir pada tahun 612M adalah seorang sahabat Nabi dan merupakan periwayat hadits yang terkenal. Ia adalah anak dari Umar bin Khattab, salah seorang sahabat utama Nabi Muhammad dan Khulafaur Rasyidin yang kedua.

Masa Kecil

Ibnu Umar masuk Islam bersama ayahnya saat ia masih kecil, dan ikut hijrah ke Madinah bersama ayahnya. Pada usia 13 tahun ia ingin menyertai ayahnya dalam Perang Badar, namun Rasulullah menolaknya.

Wafat

Abdullah bin Umar hidup sampai 60 tahun setelah wafatnya Rasulullah, beliau kehilangan pengelihatannya pada masa tuanya. Ia wafat dalam usia lebih dari 80 tahun pada tahun 693M atau 72H, dan merupakan salah satu sahabat yang paling akhir yang meninggal di kota Makkah.

Penerus Beliau

  1. Salim bin Abdullah bin Umar (Putranya)
  2. Said bin Musayab
  3. Aamir bin Syurahbil
  4. Syekh Hasan Al Bashri
  5. Qosim bin Muhammad bin Abi Bakar
  6. Nafi' Maula Abdullah bin Umar
  7. Abdullah bin Abdullah bin Mas'ud
  8. Kharijah bin Zaid bin Tsabit

Teladan

Turut Berperang

Perang pertama yang diikutinya adalah Perang Khandaq. Ia ikut berperang bersama Ja'far bin Abu Thalib dalam Perang Mu'tah, dan turut pula dalam pembebasan kota Makkah (Fathu Makkah). Setelah Nabi Muhammad meninggal, ia ikut dalam Perang Yarmuk dan dalam penaklukan Mesir serta daerah lainnya di Afrika.

Menolak Jabatan

Khalifah Utsman bin Affan pernah menawari Ibnu Umar untuk menjabat sebagai hakim, tetapi ia tidak mau menerimanya. Setelah Utsman terbunuh, sebagian kaum muslimin pernah berupaya membai'atnya menjadi khalifah, tetapi ia juga menolaknya. Ia tidak ikut campur dalam pertentangan antara Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah bin Abu Sufyan. Ia cenderung menjauhi dunia politik, meskipun ia sempat terlibat konflik dengan Abdullah bin Zubair yang pada saat itu telah menjadi penguasa Makkah.

Menolak Dibaiat Menjadi Khalifah

Abdullah bin Umar tercatat beberapa kali diajukan untuk dibaiat menjadi Khalifah, namun beliau selalu menolak dengan alasan tidak mau menjadi penyebab pertumpahan darah di tengah berkecamuknya perselisihan dan peperangan antara kubu Sayyidina Ali dan Muawiyah.

Periwayat Hadits

Ibnu Umar adalah seorang yang meriwayatkan hadist terbanyak kedua setelah Abu Hurairah, yaitu sebanyak 2.630 hadits, karena ia selalu mengikuti kemana Rasulullah pergi. Bahkan Aisyah istri Rasulullah pernah memujinya dan berkata :"Tak seorang pun mengikuti jejak langkah Rasulullah di tempat-tempat pemberhentiannya, seperti yang telah dilakukan Ibnu Umar". Ia bersikap sangat berhati-hati dalam meriwayatkan hadist Nabi. Demikian pula dalam mengeluarkan fatwa, ia senantiasa mengikuti tradisi dan sunnah Rasulullah, karenanya ia tidak mau melakukan ijtihad. Biasanya ia memberi fatwa pada musim haji, atau pada kesempatan lainnya. Di antara para Tabi'in, yang paling banyak meriwayatkan darinya ialah anaknya Salim dan hamba sahayanya, Nafi'.

Kaya dan Gemar Berderma

Kesalehan Ibnu Umar sering mendapatkan pujian dari kalangan sahabat Nabi dan kaum muslimin lainnya. Jabir bin Abdullah berkata: " Tidak ada di antara kami disenangi oleh dunia dan dunia senang kepadanya, kecuali Umar dan putranya Abdullah." Abu Salamah bin Abdurrahman mengatakan: "Ibnu Umar meninggal dan keutamaannya sama seperti Umar. Umar hidup pada masa banyak orang yang sebanding dengan dia, sementara Ibnu Umar hidup pada masa yang tidak ada seorang pun yang sebanding dengan dia". Ibnu Umar adalah seorang pedagang sukses dan kaya raya, tetapi juga banyak berderma.


Sumber: Tokoh-tokoh Besar Islam Sepanjang Sejarah

 

Lokasi Terkait Beliau

    Belum ada lokasi untuk sekarang

List Lokasi Lainnya