Penerapan E-Budgeting di Pemerintahan Kabupaten Malang Jawa Tengah

 
Penerapan E-Budgeting di Pemerintahan Kabupaten Malang Jawa Tengah
Sumber Gambar: Foto (ist)

Laduni.ID Jakarta - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang Jawa Tengah yang akan dipastikan menerapkan e-budgeting yang terintegrasi di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada masa yang akan datang. Hal itu dilakukan untuk efisiensi dan penghematan anggaran daerah.

“Dengan e-Budgeting, masyarakat Pemalang bisa secara online, mangakses APBD Pemalang. Anggaran untuk apa saja, bisa langsung dilihat dan diakses. Masyarakat bisa mengoreksi dan memberikan masukan soal anggaran. Karena pemerintahan sekarang harus transparan, apalagi sekrang era digital. Jadi sudah tidak mungkin pemerintahan dilakukan secara tertutup,” kata anggota DPRD Pemalang H.M. Agus Sukoco, S.I.P., M.Si.

Baca Juga: Pemerintah Aceh Luncurkan Aplikasi E-Planning dan E-Budgeting Terintegrasi

Saat ini, setiap pemerintah daerah didorong untuk menerapkan transparansi penganggaran dan pelaporan keuangan berbasis online. Dengan adanya e-budgeting, perencanaan program kegiatan di setiap OPD langsung terintegrasi dengan APBD. Selain efisiensi anggaran, penerapan e-budgeting mampu mengoptimalkan kinerja birokrasi pemerintahan.

Menurutnya, Pemalang harus dibangun dari desa. “Karena inti persoalan banyak di desa. Jumlah penduduk terbanyak di desa. Angka kemiskinan dan pengangguran di ada desa. Kalau pembangunan infrastruktur di desa sudah bagus, digitalisasi pemerintahan juga sudah masuk ke desa, kesejahteraan Pemalang akan lebih mudah diwujudkan,” ujar Agus.

Karena itu, pengelolaan keuangan daerah di setiap OPD harus benar-benar cermat dan teliti. Dia bakal mematangkan persiapan penerapan e-budgeting mulai dari prasana hingga jumlah sumber daya manusia (SDM). “kami akan berupaya memersiapkan software dan hardware dan melatih SDM sebelum penerapan e-budgeting,” ungkap dia.

Baca Juga: Kisah Duo Siddiq Pemimpin NU Jawa Timur

Dengan dibuatnya e-budgeting bertujuan Pertama, untuk membuat data yang lebih akurat Kedua membuat penyusunan anggaran menjadi lebih mudah Ketiga agar data lebih transparan dan tidak mudah dimanipulasi Keempat penyusunan RKA yang lebih mudah Kelima kemudahan membuat laporan, dan terintegrasi dengan sistem informasi keuangan lainnya.

---------
Oleh: Slamet Abdul Rizki mahasiswa universitas nahdlatul ulama