Hadiri Relokasi Makam Pembantaian Ulama dan Pejuang, Habib Luthfi: Hakekatnya Beliau Tidak Mati

 
Hadiri Relokasi Makam Pembantaian Ulama dan Pejuang, Habib Luthfi: Hakekatnya Beliau Tidak Mati
Sumber Gambar: Prosesi Relokasi Makam Para Pejuang Kemerdekan (Foto:Dispenal TNI AL)

Laduni.ID, Jakarta - Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, memerintahkan kepada prajurit TNI AL untuk merelokasi makam dari Bukit Tempeh, Kabupaten Tegal, ke Komplek Monumen Perjuangan TNI AL Wana Samudera, Kalibakung, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Mengingat, komplek pemakaman itu sangat tidak layak dan dalam catatan, Bukit Tempeh menjadi saksi bisu pembantaian ulama dan pejuang Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) saat Agresi Militer I Belanda, pada 24 Juli 1947.

Kasal TNI Yudo Margono, menjelaskan, bahwa pihaknya merelokasi makam itu untuk menghargai dan menghormati jasa para pahlawan dan ulama yang telah gugur mempertahankan kemerdekaan republik.

“Supaya peristiwa sejarah ini tetap dikenang, dan generasi muda bisa menauladani perjuangan para pahlawan tersebut, sehingga diharapkan setelah dipindah para ahli waris bisa melaksanakan ziarah dengan mudah. Selama ini untuk bisa berziarah para ahli waris dan masyarakat harus menempuh jalan kaki melalui jalan setapak untuk bisa sampai ke Bukit Tempeh,” tutur Kasal TNI Yudo, seperti dilansir laman TNI AL, Dinas Penerangan TNI AL (Dispenal), Senin 2 Agustus 2021.

Setelah instruksi Kasal TNI Yudo Margono itu turun pada Kamis, 29 Juli 2021 silam, segera dilakukan prosesi upacara dan doa, yang dilanjutkan dengan proses penggalian dan pemindahan jenazah para pejuang. Keesokan harinya, setelah kegiatan persemayaman, upacara militer dan doa kembali dilakukan di Monumen Perjuangan TNI AL di Kalibakung. Sebelumnya, dilangsungkan tahlil bersama prajurit TNI AL dan ahli waris para pahlawan serta masyarakat Kalibakung.

Kegiatan penggalian para pejuang kemerdekaan di Bukit Tempeh disaksikan keluarga para ahli waris keluarga KH. Muhammad Syafei Bin Mukti dan H. Yahya bin Sejan. Dari catatan laman historia 1 Agustus 2021, berdasarkan riset yang dilakukan TNI AL, disimpulkan bahwa di Bukit Tempeh adalah lokasi pembantaian pejuang dan ulama. Menurut sejarawan dari Dinas Sejarah TNI AL (Disjarahal), Kiai Muhammad Syafei Bin Mukti dan Yahya bin Sejan adalah ulama dan pejuang dan termasuk dari belasan orang yang diburu lama oleh pihak militer Belanda.

Tugas mulia pemindahan makam itu dilaksanakan oleh jajaran Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tegal yang dipimpin langsung Danlanal Tegal Letkol Marinir Ridwan Aziz, M, Tr. Hanla, mulai dari penggalian sampai memindahkan jasad para pahlawan dari Bukit Tempeh serta memakamkan kembali melalui upacara militer. Upacara pemakaman secara militer disaksikan para tokoh masyarakat, para ulama diantaranya Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya (Habib Luthfi) dan ahli waris KH. Muhammad Syafei Bin Mukti dan H. Yahya bin Sejan serta perwakilan Perwira Tinggi TNI AL Kadisjarahal Laksamana Pertama TNI Supardi, dan Kadisbintalal Laksamana Pertama TNI Drs. Ian Heryawan.

Seusai pemakaman Habib Luthfi menyampaikan sambutannya bahwa pemindahan makam di Kalibakung ini secara dhohir di tempat yang lebih baik merupakan ikhtiar generasi bangsa untuk menghormati jasa para pahlawan.

“Meskipun dibanding jasa-jasa beliau, kita tidak ada apa-apanya, akan tetapi ketauladanan kita semua yang dalam mengangkat, menghargai dan menghormati jasa para pejuang dan bagian dari hamba-hamba Allah menegakkan kembali Sang Saka Merah Putih di bumi pertiwi,” tutur Habib Luthfi.

Lebih lanjut, Habib Luthfi menegaskan, bahwa melalui relokasi pemakaman para pahlawan ini kita tidak boleh melupakan sejarah perjalanan bangsa ini dan kemerdekaan republik. “Secara fisik, jasadnya yang kita pindahkan, jasanya sudah sulit untuk dikenang tetapi secara jiwa hakekatnya beliau tidak mati dan masih menyaksikan apa yang ditinggalkan para beliau dan menanti siapa regenerasi penerus-penerus kita untuk menjaga NKRI," ujarnya.

Pada kesempatan ini pula Habib Luthfi menyampaikan bahwa untuk meneruskan perjuangan para pahlawan ada di pundak kita semua. “Kami bangsa yang bukan mengecewakan para pejuang tetapi kami bangsa besar hebat mengerti dan menghargai para sesepuh yang punya andil besar dalam tegaknya NKRI,” pungkas Habib Luthfi.

Editor : Ali Ramadhan