Pesantren Addin As-shiddieq Pacitan

Memperoleh Donasi Sebesar : Rp 0. Donasi Sekarang
 
Pesantren Addin As-shiddieq Pacitan

PROFIL 

Pondok Pesantren Addin As Shiddiq merupakan satu diantara lembaga pendidikan berbasis pesantren yang berada di Desa Padi Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan Jawa Timur. Lembaga ini mengelola beberapa kegiatan yang terbagi atas Bidang Pendidikan, Bidang Sosial Keagamaan, Bidang Ekonomi Kerakyatan, dan Bidang Layanan Jasa.

Di Bidang Pendidikan sementara ini PPAA mengelola 3 (tiga) lembaga pendidikan terdiri atas Madrasah Diniah (Madin) dalam ranah pondok pesantren, MTs Terpadu As Shiddieq, dan SMK Addin As Shiddieq. Di Bidang Sosial Keagamaan terdiri atas Dakwah dan Pengajian (Majlis Taklim) baik di lingkungan sekitar pondok maupun penerjunan santri kyai di luar pondok. Di bidang Usaha Ekonomi Kerakyatan pondok pesantren dan mengelola Koperasi Pesantren (Kopentren), Rumah Jahit, Peternakan dan Perikanan.

Di Bidang Layanan Jasa yakni; Jasa Kontruksi terdiri atas Persewaan Alat Berat dan Transportasi, Persewaan Terop dan Sound Sistem. Pondok Pesantren Addin As Shiddieq diasuh/dipimpin oleh KH. Muhammad Badrus Samsudin, S. Ag dan dibantu oleh ustadz dan ustadzah serta beberapa pegawai pondok pesantren.

SEJARAH

Kelahiran Pondok Pesantren Addin As-Shiddieq tidak terlepas dari dinamika perjuangan keagamaan di Desa Padi yang diperankan oleh KH. Samsudin bin H. Abdul Rahim. pada saat Beliau pulang dari pengembaraan ilmiahnya di Pondok Tremas. Beliau mulai belajar di Pondok Tremas tahun 1942 dibawah asuhan KH. Abdul Rozaq bin KH . Abdullah, saat Pondok Tremas mengalamai masa Fatrah karena peristiwa Affair Madiun. Setelah menyelesaikan studinya maka atas permintaan Guru Beliau KH. Habib Dimyathi beliau masih mengabdikan ilmunya dengan mengajar di pondok Tremas dalam fan Nahwu Shorof, Faraidl dan ilmu Falaq Rubu'.

Atas restu Guru Beliau KH. Habib Dimyathi maka pada tahun 1960 beliau pulang untuk mulai merintis pengajian di Dusun Glinggangan Desa Padi Kecamatan Tulakan. Dengan perkembangan situasi maka pada tahun 1966 usaha ini dikembangkan dengan memindahkan pusat pengajian ke lingkungan Blimbing Dusun Krajan Desa Padi dengan pertimbangan untuk membantu perjuangan guru beliau semasa kecil KH. Muhamad Shiddieq (Guru pengajian Al Qur'an dan guru Mursyid Tarekat Syathoriah yang sanadnya tersambung sampai kepada KH. Abdul Muhyi Pamijahan dan Syaikh Hamzah Fansuri Aceh terus sampai Rasulullah).

Saat itu KH.Ahmad Shiddieq sudah menjelang sepuh. Disamping pertimbangan tersebut diatas kepindahan tersebut juga didasari atas pernikahannya dengan Ibu Ny. Sudjilah Pawirorejo. Usaha KH. Samsudin di tempat baru ini berkembang pesat dengan banyaknya Pemuda Pemudi kampung sekitar yang belajar kepada Beliau sebagai Santri kalong (Malam belajar dan tinggal di pesantren siang pulang) juga ada beberapa santri yang mukim di Rumah Beliau.

Melihat kondisi ini maka atas dukungan sahabat-sahabat beliau diantaranya Bapak Hasbulloh, kakak Beliau Bapak Djuremi dll. Maka dibangunlah Asrama Pondok sederhana yang terbuat dari Bambu guna sebagai tempat belajar menimba ilmu agama kepada Kyai Samsudin. Saat itu Pondok Bambu tersebut hanya dikenal dengan sebutan Pondok Padi walaupun juga digunakan sebagai tempat aktifitas belajar mengajar. kemudian beliau mengajarkan tafsir Al-qur'an dengan pedoman kitab tafsir Al Ibriz, Nahwu Wadlih, Alfiyah Ibnu Malik, Shorof, Fiqh Fathul Qarib dan Fathul Mu'in, Hadist Buluguhul Marom dan Arbain Nawawiyah, Adab Ta'limul Muta'alim.

Di Pondok sederhana ini beliau mengabdikan hidupnya sampai nafas terakhir tahun 2006. Metode yang digunakan beliau adalah sorogan, wetonan dan bandungan. Sebagaimana halnya metode-metode mengajar di sebagian besar pondok Pesantren zaman itu. Beliau belum menyelenggarakan pengajian secara klasikal/madrasah hal ini dimungkinkan karena sarana dan prasarana belum memadai. Disamping memang metode tersebut masih dianggap paling tepat dan relevan pada zaman itu.

Ketika KH. Samsudin wafat maka pada tahun 2007 kegiatan pengajian Kitab di teruskan oleh putra ke enam beliau Ust. M. Badrus Samsudin setelah selesai dalam menempuh pendidikan di IKAHA (Institut Keislaman Hasyim As'ari Tebuireng Jombang dan di Pondok Pesantren Darul Falah Cukir Jombang Asuhan KH. Ali Ahmad menantu KH. Adlan Ali (Mursyid Tarekat Qodiriyah Wanaqsabandiyah Cukir Jombang). Kegiatan Pengajian kitab ini mulai berkembang dengan di bukanya Madrasah Diniyah, tercatat ada 120 orang santri non mukim dan satu orang santri mukim ( Mustofa dari Desa Bubakan).

Dengan bertambahnya santri maka pengajian dibantu oleh dua orang ustadz (Ust. Muhtar & Ust. Tukiran). Dengan bertambahnya santri mukim menjadi 4 orang dan santri non mukim hampir dua ratusan maka atas dasar musyawarah masyarakat (Bp.Mustaqim, Bp.Nasichin dan Persetujuan Bp.Muhamad) dimulailah rintisan pembangunan tempat belajar sebagai pengganti bilik-bilik bambu yang sudah usang dimakan usia.

KH.Umar Sahid dari Jajar Donorojo atau yang biasa disebut mbah kyai Umar Tumbu (Sesepuh Pacitan) dan Bpk HG. Sudibyo Wakil Bupati Pacitan diberi kehormatan untuk meletakkan batu pertama pembangunan gedung Pondok Pesantren yang baru pada tanggal 05 Agustus 2014. Alhamdulillah partisipasi dan sumbangan masyarakat berupa kayu keras dan batu gebal terus mengalir, sehingga berdirilah bangunan Pondok Pesantren tersebut yang kemudian diberi nama Pondok Pesantren Addin As-Shidieq.

Pengasuh

  1. KH. Samsudin
  2. KH. Muhammad Badrus Samsudin, S. Ag

Baca juga :  Universitas Sains Al Qur’an (UNSIQ)​ Wonosobo

PENDIDIKAN

​​Pendidikan Formal

  1. MTs Terpadu As Shiddieq
  2. SMK Addin As Shiddieq

​​Pendidikan Non Formal

  1. TPQ
  2. Madrasah Diniyah (MD)
  3. Majelis Taklim 

Baca juga :  Menyemir Rambut dengan Warna Hitam, Bolehkah?

EKSTRAKURIKULER

Pesantren ini memiliki Ekstrakurikuler sebagai berikut:

  1. Tahfidz Qur an
  2.  Salat Dhuha Berjarnaah
  3. Qori
  4.  Pendidikan Baca al-Qur'an
  5. Diskusi llrniah
  6. Hadrah
  7. Tari sufi
  8.  Pengernbangan Berbagai Olahraga
  9. Drumb Band
  10.  Pengernbangan Jurnalistik dan Publish
  11. Bahasa Arab dan bahasa Inggris
  12. Prarnuka
  13. PMR
  14. PKS
  15. OSIS
  16. Komputer MS Office
  17. Diskusi dan Penelitian llrniah
  18. Ketrampilan Hidup: Menjahit modiste, Tata Boga, Montir Kendaraan bermotor


Tari sufi di pesantren Addin As-shiddieq 


Pelatihan Komputer  di pesantren Addin As-shiddieq 

FASILITAS

Pesantren ini memiliki fasilitas sebagai berikut:

  1. Masjid
  2. Asrama
  3. Gedung Sekolah
  4. Perpustakaan
  5. MCK/WC
  6. Laboratoriurn Komputer
  7. Laboratorium Bahasa
  8. Ruang tamu
  9. Kopontren
  10. Klinik Kesehatan
  11. Aula
  12. Lapangan
  13. Mini Market
  14. Lapangan serbaguna


Masjid di pesantren Addin As-shiddieq 


Gedung pesantren di pesantren  Addin As-shiddieq 


Baca juga :   Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Lampung

ALAMAT

Jl. Padi - Tulakan KM. 02, Dusun Krajan, Desa Padi, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur

Kode Pos       : 63571

Telepon          : 0823-1603-1108
                         0859-1768-857
                         0838-4679-9024
                         0819-3884-3946

 

 

KUNJUNGI JUGA

 

 

Yuk Ngaji Qur’an yang dilengkapi terjemah dan penjelasan di Laduni

 

Relasi Pesantren Lainnya

  • Belum ada pesantren yang berelasi dengan pesantren ini.