Biografi KH. Ngali Hasyim Lampung

 
Biografi KH. Ngali Hasyim Lampung

Daftar Isi Profil KH. Ngali Hasyim Lampung

  1. Kelahiran
  2. Keluarga
  3. Pendidikan
  4. Mendirikan Pesantren
  5. Mursyid Thariqah
  6. Hijrah ke Lampung

Kelahiran

KH. Ngali Hasyim lahir pada hari Sabtu Wage 5 Oktober 1901, di desa Kelutan, kecamatan Ngrongkot, kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Beliau merupakan putra pertama dari lima bersaudara, dari pasangan Mbah Hasyim dan Siti Khofiyah.

Keluarga

KH. Ngali Hasyim melepas masa lajangnya dengan menikahi Nyai Siti Khalimah. Buah dari pernikahannya, beliau dikaruniai 7 anak diantaranya dua putra dan 5 putri.

Untuk mencukupi kebutuhan rumah tangganya, ia berjualan bumbu dapur yang dibawa dari desanya untuk dijual ke kota Surabaya. Perjalanan menuju Surabaya dengan melalui sungai Brantas. Perjalanan melewati sungai ini biasanya ditempuh selama tiga hari tiga malam, bahkan bisa lebih, dengan menggunakan perahu rakit bambu yang dihanyutkan.

Pendidikan

KH. Ngali Hasyim menghabiskan pendidikannya dengan belajar di Pondok Pesantren Tremas.

Mendirikan Pesantren

KH. Ngali Hasyim adalah pendiri pondok pesantren Baitul Mustaqim, Punggur Lampung Tengah Lampung.

Mursyid Thariqah

KH. Ngali Hasyim adalah mursyid Thariqah An-Naqsyabandiyah Al-Kholidiyah di provinsi Lampung.

Hijrah ke Lampung

KH. Ngali Hasyim hijrah ke Lampung sekitar tahun 1955. Daerah yang pertama kali dituju adalah desa Banjarsari Metro. Setahun kemudian beliau berpindah ke Sido Rahayu Punggur. Untuk mencukupi kebutuhan keluarga, ia membuat usaha home industri yakni pembuatan tempe. 

Pada masa G 30S PKI, suasana yang sangat amat mencekam membuat masyarakat sangat membutuhkan perlindungan para alim ulama, salah satunya KH. Ngali Hasyim. Saat itu, ia cukup aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan. Bahkan, ia pernah ditangkap aparat saat memimpin pembacaan Shalawat Nariyah.

Setelah peristiwa itu ia kembali ke pulau Jawa untuk mencari bekal di pondok pesantren Mbaran. Saat itu pondok pesantren Mbaran di asuh oleh KH U.mar Sofyan. Niat awal yang hanya 10 hari menjadi 40 hari. Ia diminta KH. Umar Sofyan untuk memperdalam ilmu thoriqoh hingga diangkat sebagai mursyid.  Setelah selesai, ia kembali ke Lampung. Saat itu kegiatan pesantren dipimpin oleh KH. Abdillah. Setelah ia wafat, KH Ngali Hasyim menggantikan posisinya sekitar tahun 1970-an.

 

Lokasi Terkait Beliau

List Lokasi Lainnya