Pesantren Darul Lughah Wal Karomah Probolinggo

Memperoleh Donasi Sebesar : Rp 0. Donasi Sekarang
Klaim Pengelola Pesantren Kirim Pesan ke Pengelola Pesantren Daftar Sebagai Alumni
 
Pesantren Darul Lughah Wal Karomah Probolinggo

PROFIL

Pada masa pendiri dan pengasuh pertama (KH. Baidowi ) jumlah santri masih sedikit. sehingga bisa dikelola langsung oleh pengasuh. Santri digembleng dengan ilmu agama dan dilatih dengan ilmu beladiri. Pengajian disentralkan di musholla tanpa klasifikasi kemampuan atau umur. Hampir seluruh kegiatan yang berkenaan dengan santri langsung ditangani oleh pengasuh. Beliau mencurahkan seluruh waktu dan tenaga demi untuk perkembangan santri. Metode yang dikenalkan dan ajarkan pada santri adalan metode INSIJAM (usaha terus menerus) sehingga banyak santri yang bisa baca tulis Bahasa Arab dengan cepat.

Pada tanggal 1990 KH. Baidlowi dipanggil oleh Allah SWT. Beliau meninggalkan seorang istri, dua orang anak laki-laki dan lima orang anak perempuan, yaitu Ny. Basyirah, KH. Ali Wafa, Ny. Qomariyah, Ny. Hj. Robi’ah Adawiyah, Ny. Hj. Umi Azizah, K. Abd. Hannan (alm.) dan Ny. Hj. Mamjudah. Berdasarkan musyawarah keluarga, maka ditunjuklah KH. Ali Wafa Badlawi untuk meneruskan perjuangan KH. Baidlowi untuk mengembangkan Pondok Pesantren Darul Lughah Wal Karomah dan mensyiarkan Agama Islam.

KH. Ali Wafa terlahir pada tahun 1942 di Galis Pamekasan Madura. Masa muda beliau dihabiskan di pondok pesantren. Beliau belajar di pesantren Banyuanyar Madura, dilanjutkan ke Pesantren Darul Hadist Malang. Setelah belajar di pesantren Darul Hadist beliau belajar di pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo, pimpinan KH Zaini Mun’im. Dengan back ground pesantren yang dimiliki, beliau berusaha untuk mengembangkan PP Darul Lughah Wal Karomah. Beliau mengembangkan pesantren dengan melestarikan apa yang digariskan oleh ayahandanya (Bahasa Arab ), dan berinovasi demi kemajuan pesantren seiring dengan kemajuan jaman.

Pola pengembangan pesantren yang dikembangkan KH Ali Wafa adalah dengan mengkombinasikan pola Salafi dan Modern. Beliau mempertahankan Bahasa Arab sebagai bahasa yang harus dimiliki santri. memodernisasi manajemen pengelohan dan pengajaran Madrasah Diniyah dengan pola cepat dan praktis bisa memahami dan membaca kitab kuning. Selain itu beliau menambah model pendidikan dengan memasukkan pendidikan formal (Jalur sekolah) di Pondok Pesantren yang sebelumnya tidak ada. Beliau merintis mulai dari tingkat Ibtida’iyah sampai dengan Madrasah Aliyah.

Dengan sistem yang diformulasikan dan dikembangkan, beliau menargetkan bahwa selama tiga tahun sampai enam tahun santri sudah bisa membaca, memahami kitab-kitab yang ditulis dengan Bahasa Arab. Keberhasilan para alumni bersekolah di LIPIA Jakarta dan Sekolah-sekolah Tinggi Agama lainnya menyebabkan jumlah santri meningkat. Santri tidak hanya berasal dari dalam kota Kraksaan Probolinggo melainkan sudah berasal dari Kabupaten-kabupaten se- Jawa Timur. Misalnya: Madura, Situbondo, Jember, Bondowoso dan lain-lain.

Pada saat perkembangan Pondok mulai membanggakan, jumlah santri sudah banyak, sekolah formal sudah berdiri, fasilitas bangunan sudah tersedia, dan sistim pendidikan sudah tertata rapi. KH. Ali Wafa meninggal Dunia pada Tanggal 18 Oktober 1997. Beliau mempunyai seorang istri, 2 (dua) orang anak laki-laki dan 2 (dua) orang perempuan. Keempat putra putri beliau adalah KH. Mahmud Ali Wafa S.PdI., Ny. Nur Laily (Almh), Ny. Ummi Kulsum S. Ag. dan L. Muhammad Zaini.

Kepemimpinan pesantren setelah ditinggal oleh KH. Ali Wafa dilanjutkan oleh putranya yang masih muda yaitu KH. Mahmud Ali Wafa. Dalam mengemban dan melaksanakan tugas memimpin pondok pesantren, beliau dibantu oleh Majelis Keluarga (Pengasuh). Majelis Pengasuh mempunyai peran yang besar dalam mengembangkan Pesantren. Mereka bahu- membahu untuk mempertahankan dan meningkatkan kemajuan Pesantren Darul Lughah Wal Karomah. Sehingga pola kepemimpinan pada generasi kedua ini adalah kepemimpinan kolektif.

KH. Mahmud Ali Wafa merupakan anak pertama dari KH. Ali Wafa dan Ny. Hj. Maryam. Beliau terlahir pada tanggal 23 September 1972 di Probolinggo. Beliau sejak kecil dididik langsung oleh ayahandanya. Selain itu beliau juga menimba ilmu agama di Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan, Pesantren Bata-Bata Madura dan Pesantren Badriduja Kraksaan. Selain Pendidikan Pesantren Beliau juga menempuh pendidikan sekolah mula dari MI Al Khoiriyah, MTs. dan MA Darul Lughah Wal Karomah dan dilanjutkan pada tingkat sarjana di Sekolah Tinggi Agama Islam Zainul Hasan Genggong Kraksaan. Selain itu, beliau juga aktif di Pengurusan Organisasi NU Kraksaan.

SEJARAH

KH. Baidlowi adalah pendiri sekaligus pengasuh pertama Pondok Pesantren Darul Lughah wal Karomah. Beliau adalah seorang pengembara dari pulau Madura, terlahir pada tanggal 11 Februari 1914 di Desa Galis Pamekasan Madura. Sedangkan kedua orang tua beliau adalah KH. Abdul Mu’thi dan Ny. Hj. Khodijah.

Kelahiran beliau di saat Bangsa Indonesia masih dalam cengkraman penjajahan Belanda. Sehingga membawa dampak psikologis pada beliau. Masa kecil dan remajanya beliau habiskan dalam pengembaraan pencarian ilmu pengetahuan agama dan beladiri. Beliau belajar di Pesantren Bunyuanyar Madura Pimpinan KH. Abdul Majid dan dilanjutkan di Pesantren Sidogiri Pasuruan Pimpinan KH. Nawawi.

Pada tahun 1943 beliau meninggalkan Pulau Madura menuju Pulau Jawa, tepatnya daerah Malang Selatan. Motif perantauan beliau karena semangat jihad untuk menyebarkan dan memakmurkan Agama Islam. Juga semangat untuk Uzlah yaitu menghindar dari kejaran penjajah Belanda. Di daerah Malang beliau mengalami kehidupan yang memprihatinkan dan sengsara, sehingga beliau hanya sebentar di daerah itu.

KH. Zaini Mun’im (Pendiri dan Pengasuh Pertama PP. Nurul Jadid Paiton Probolinggo) adalah ‘Ulama dan saudara beliau yang iba melihat keadaan beliau. Sehingga menyarankan agar beliau hijrah dari Malang ke daerah Probolinggo. Namun beliau memilih untuk tidak berkumpul dengan KH. Zaini Mun’im di PP Nurul Jadid, karena ingin menyebarkan agama Islam. Dalam da’wahnya beliau selalu menyertakan kegiatan-kegiatan beladiri sehingga banyak pemuda dan masyarakat tertarik untuk belajar agama dan beladiri kepada beliau.

Kadang beliau ditengah-tengah masyarakat Sidopekso Kraksaan, yang merupakan masyarakat nelayan membawa dampak positif dalam soal keagamaaan, namun sebagian masyarakat ada yang merasa terganggu atas kehadiran beliau sehingga timbul ancaman fitnah dan cobaan lain yang dialami beliau bahkan beliau hampir diusir oleh golongan masyarakat tersebut. Kondisi yang kurang kondusif dalam berdakwah di daerah Sidopekso ini menyebabkan beliau hijrah ke daerah Sidomukti. Dengan bantuan teman dan dermawan beliau mulai merintis pesantren di daerah Keramat Sidomukti pada tahun 1948.

Kecintaan beliau terhadap ilmu-ilmu agama Islam mengilhami nama pesantren yang beliau dirikan. Beliau memberi nama pesantren yang didirikannya dengan nama Darul Lughah yang berarti Gudang Bahasa, nama ini merupakan obsesi beliau yang ingin menjadikan pesantren sebagai tempat kajian bahasa arab untuk memperdalam agama Islam dan merupakan kecintaan beliau terhadap Bahasa Arab yang merupakan bahasa Al-Qur’an dan Al-Hadis. Masyarakat menyebut pesantren ini dengan sebutan pesantren keramat karena terletak di daerah keramat. Disebut daerah keramat karena di pesantren keramat terdapat pesarean Maulana Ishaq yang dikeramatkan oleh warga dan merupakan daerah yang angker pada jamannya. KH. Zaini Mun’im menyarankan bahwa nama pesantren Darul Lughah ditambah dengan Wal Karomah sehingga menjadi Darul Lughah Wal Karomah sampai saat ini.

 

Pengasuh

  1. KH. Baidowi
  2. KH. Ali Wafa
  3. KH. Mahmud Ali Wafa

Baca juga :  Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Bandung

PENDIDIKAN

​​Pendidikan Formal

  1. MTs Darul Lughah Wal Karomah 
  2. SMP Darul Lughah Wal Karomah 
  3. MA Darul Lughah Wal Karomah 
  4. SMK Darul Lughah Wal Karomah 

​​Pendidikan Non Formal

  1. TPQ
  2. Madrasah Diniyah
  3. Majelis Taklim 

Baca juga :  Menyemir Rambut dengan Warna Hitam, Bolehkah?

EKSTRAKURIKULER

Pesantren ini memiliki Ekstrakurikuler sebagai berikut:

  1. Kajian kitab kuning
  2. Tilawah Al Qur'an 
  3. Istighotsah
  4. Latihan pidato 4  bahasa
  5. Kursus Bahasa Inggris, Bahasa Arab 
  6. Tahfidzul Al-Qur'an
  7. Bahtsul Masa'il
  8. Seni Hadrah
  9. Ziarah
  10. PMR
  11. Pramuka
  12. Olahraga: Sepakbola/Futsal, Voli, Basket, Beladiri Pencak Silat Pagar Nusa
  13. Ketrampilan hidup: Pelatihan Komputer, Instalasi listrik, Perangkat lunak komputer(programmer), Jaringan komputer

 
Hadrah di Pesantren Darul Lughah Wal Karomah 


Bahtsul Masail di Pesantren Darul Lughah Wal Karomah


FASILITAS

Pesantren ini memiliki fasilitas sebagai berikut:

  1. Masjid/Musholla
  2. Kantor
  3. Ruang Belajar
  4. Perpustakaan
  5. Unit Pengembangan Usaha
  6. Laboratorium
  7. Asrama Santri
  8. Perumahan
  9. Ruang Keterampilan
  10. Balai pelatihan instalasi listrik
  11. BLK
  12. Poskostren
  13. Kantin
  14. Koprasi




Gedung Pesantren di pesantren Darul Lughah Wal Karomah 


Laboratorium Komputer di pesantren Darul Lughah Wal Karomah 

Baca juga :   STAI Yamisa Soreang Kab. Bandung

ALAMAT

Jl. Mayjen Panjaitan No.12, Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kaupaten Probolinggo, Jawa Timur

Kode Pos       :    67282

Telepon          :      0335-4514573

 

 

 

KUNJUNGI JUGA

 

 

Yuk Ngaji Qur’an yang dilengkapi terjemah dan penjelasan di Laduni

 
 

Pertanyaan Pengunjung

  • Belum ada pertanyaan untuk lembaga ini.