Biografi KH. Zaini Mun'im

KH Zaini Mun'im ulama Nahdlatul Ulama Probolinggo Jawa Timur

Biografi KH Abdul Wahid Zaini

KH Abdul Wahid Zaini ulama Nahdlatul Ulama Probolinggo Jawa Timur

Pondok Pesantren Annur-1 Malang

Pada tahun 1901 lahirlah seorang pemuda Muhammad Anwar Bin H. Nuruddin di desa Sumber Taman Kabupaten Probolinggo.

Donasi Sekarang

Pesantren Nurul Jadid Probolinggo

Awal berdirinya Pondok Pesantren Nurul Jadid sangat berkaitan erat dengan terjadinya perang gerilya melawan penjajah Belanda.

Donasi Sekarang

Sekolah Tinggi Teknologi Nurul Jadid (STTNJ) Probolinggo

Sekolah Tinggi Teknologi Nurul Jadid mempunyai identitas yang tertuang dalam visi dan misinya, yaitu sebagai lembaga yang berusaha memadukan antara IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) dan IMTAQ (Iman dan Taqwa) sesuai dengan status yang disandangnya, yaitu lembaga pendidikan tinggi yang secara historis lahir di lingkungan pesantren.

Pesantren Ummul Quro Probolinggo

Konon dimasa akhir abad 19-an  disebagian cerita babat tanah Probolinggo kurun perjuangan kemerdekaan, tepatnya di desa Kebun Agung (Kramat Agung) entah bagaimana ihwalnya wallahu a’lam datanglah musafir bernama Ky. Abdul Manan bin Panyik bin Mushor (Asror)

Donasi Sekarang

Pesantren Darul Mukhlasin Probolinggo

Pondok pesantren Darul Mukhlasin di Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo berdiri pada tahun 2003

Donasi Sekarang

Akper, Akbid, STIKES Hafshawaty Genggong, Probolinggo

Puji syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT. atas taufiq dan hidayah-Nya bahwa Yayasan Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo telah dapat mengembangkan program kelembagaan yang berorientasi pada pendidikan kesehatan

Polisi Tak Lanjutkan Penyelidikan Pawai TK Bercadar dan 'Bersenjata'

Kapolres Kota Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal mengatakan pihaknya akan menghentikan kasus pengunggahan video di Probolinggo yang menampilkan beberapa anak TK pawai dengan menggunakan cadar hitam dan replika senjata. 

Disdikpora: Kepala TK Kartika V/69 Dicopot sebagai Konsekuensi Atas Kelalaiannya.

Berdasarkan hasil penyelidikan internal dari Disdikpora, yang bersangkutan (Kepala TK, red) mengakui lalai, sehingga kami sepakat memberi sanksi berupa pencopotan,”